Do'a dan Dzikir

Doa Terhindar dari Pokok-pokok Pengganggu Jiwa

Dari Anas bin Malik radhiyallâhu ‘anhu, Beliau berkata, “Saya banyak mendengar Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam berdoa,

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الهَمِّ وَالحَزَنِ، وَالعَجْزِ وَالكَسَلِ، وَالبُخْلِ وَالجُبْنِ، وَضَلَعِ الدَّيْنِ، وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ

‘Ya Allah sesungguhnya saya berlindung kepada-Mu dari kegelisan dan kesedihan, dari kelemahan dan kemalasan, dari kebakhilan dan sifat pengecut, dan dari penumpukan hutang dan penaklukan kaum lelaki (yang zhalim).’.” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhary]



Dari Perbendaharaan Surga

Dari Abu Musa Abdullah bin Qais Al-Asy’ary radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam berpesan kepadanya,

يَا عَبْدَ اللَّهِ بْنَ قَيْسٍ، أَلاَ أُعَلِّمُكَ كَلِمَةً هِيَ مِنْ كُنُوزِ الجَنَّةِ، لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ

“Wahai Abdullah bin Qais, inginkah engkau kuajari sebuah kalimat yang merupakan salah satu perbendaharaan surga? (Yaitu), (kalimat) Lâ Haula wa Lâ Quwwata Illâ Billâh ‘Tiada daya dan kekuatan kecuali hanya kepada Allah’.” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhary dan Muslim. Lafazh hadits bagi Al-Bukhary]



Doa Ketika Akan Tidur dan Bangun Tidur

Dari Hudzaifah Ibnul Yamân radhiyallâhu ‘anhumâ, beliau berkata, “Adalah Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam bila hendak tidur, beliau membaca

بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوتُ وَأَحْيَا

‘Bismikallâhumma amûtu wa ahyâ (Dengan nama-Mu, Ya Allah saya mati dan saya hidup).’

Dan apabila bangun tidur, beliau mengucapkan,

الحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ

‘Alhamdulillâhilladzî ahyânâ ba’da mâ amâtanâ wa ilaihin nusyûr (Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepada-Nya lah tempat kembali).’.” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhary]



Doa Saat Angin Berhembus Kencang

Dari Aisyah radhiyallâhu ‘anhâ, beliau bertutur, “Adalah Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam apabila angin berhembus kencang, beliau berdoa,

اللهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا، وَخَيْرَ مَا فِيهَا، وَخَيْرَ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا، وَشَرِّ مَا فِيهَا، وَشَرِّ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ

‘Ya Allah, saya memohon kepada-Mu kebaikan (angin ini), dan kebaikan yang terdapat padanya, serta kebaikan yang ia diutus dengannya. Dan saya berlindung kepada-Mu dari kejelekan (angin ini), dan kejelekan yang terdapat padanya, serta kejelekan yang dia diutus dengannya.’.” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhâry dan Muslim. Lafazh hadits milik Imam Muslim]



Doa Ketika Turun Hujan

Dari Aisyah radhiyallâhu ‘anhâ, beliau bertutur, “Sesungguhnya Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam apabila melihat hujan, beliau berdoa,

اللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا

“Ya Allah, (jadikanlah hujan ini) sebagai hujan yang bermanfaat.” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhary]



Doa Indah Saat Sujud

Dari Abu Hurairah radhiyallâhu ‘anhu, Adalah Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam membaca dalam sujudnya,

اللهُمَّ اغْفِرْ لِي ذَنْبِي كُلَّهُ دِقَّهُ، وَجِلَّهُ، وَأَوَّلَهُ وَآخِرَهُ وَعَلَانِيَتَهُ وَسِرَّهُ

“Ya Allah, ampunilah semua dosaku, yang kecil dan yang besar, yang pertama maupun yang terakhir dan yang tampak maupun yang rahasia.” [Diriwayatkan oleh Muslim]



Dzikir Pagi dan Sore

Dari Anas bin Malik radhiyallâhu ‘anhu, Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Fatimah radhiyallâhu ‘anhâ, “Apa yang menahanmu untuk mendengarkan wasiatku kepadamu, (yaitu) engkau membaca saat memasuki waktu pagi dan waktu sore,

يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيثُ، أَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ، وَلَا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ

‘Wahai Yang Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri, dengan rahmat-Mu saya mohon pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan janganlah engkau wakilkan aku pada diriku sendiri walau sekejap mata.’.” [Diriwayatkan oleh An-Nasâ`iy dalam Al-Kubrâ dan Al-Hakim. Dihasankan oleh Syaikh Al-Albany dalam Ash-Shahîhah no. 227]



Doa Pagi dan Petang, serta Sebelum Tidur
Dari Abu Hurairah radhiyallâhu ‘anhu, beliau berkata, Abu Bakr berkata, “Wahai Rasulullah, ajarkanlah kepadaku suatu yang dibaca bila saya memasuki waktu pagi dan waktu sore, serta bila saya akan tidur.” Beliau bersabda, “Ucapkanlah,

اللَّهُمَّ فَاطِرَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ، عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ، رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِي، وَشَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ

‘Ya Allah, Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, wahai Rabb Pencipta langit dan bumi, Rabb segala sesuatu dan yang mengusainya. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang haq kecuali Engkau. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan diriku, dan dari kejelekan syaitan dan perbuatan kesyirikannya.’.” [Diriwayatkan Ahmad, Abu Dawud, At-Tirmidzy, dan selainnya. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albany dalam Ash-Shahîhah no. 2753 dan Syaikh Muqbil dalam Al-Jâmi’ Ash-Shahîh 2/532-533]

Dari ‘Utsmân bin  Affân radhiyallâhu ‘anhu, Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah seorang hamba berucap pada pagi setiap hari dan sore setiap malam,

بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ، وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

‘Dengan nama Allah yang tiada sesuatu apapun yang di bumi maupun ada di langit yang dapat memberi bahaya bersama nama-Nya itu, sedang Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui’, sebanyak tiga kali, pasti tidak akan ada suatu apapun yang membahayakannya.” [Dikeluarkan Al-Bukhary dalam Al-Adab Al-Mufrad, Ahmad, Abu Dawud, At-Tirmidzy, Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban. Dikuatkan oleh Syaikh Al-Albany dalam Shahih Al-Adab Al-Mufrad dan Syaikh Muqbil dalam Al-Jâmi’ Ash-Shahîh.]



Dzikir Pagi dan Sore

Dari Abdullah bin Mas’ûd radhiyallâhu ‘anhu, Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam membaca di waktu sore,

أَمْسَيْنَا وَأَمْسَى الْمُلْكُ لِلَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهَا، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهَا، رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ

“Kami masuk di waktu sore, sedang segala kekuasaan hanya menjadi milik Allah, segala puji milik Allah. Tiada sesembahan yang haq kecuali Allah semata, tiada serikat bagi-Nya. Milik-Nya segala kekuasaan dan segala pujian, dan Dia-lah Yang Maha Mampu atas segala sesuatu. Rabbku, aku memohon kepada-Mu kebaikan yang ada pada malam ini dan kebaikan yang ada pada sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang pada pada malam ini dan kejelekan sesudahnya. Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari sifat malas dan buruknya umur tua. Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari adzab di Neraka dan dari adzab di dalam kubur.”

Di waktu pagi, beliau membaca,

أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ، … رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِي هَذِا الْيَوْمِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهَا، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِي هَذِا الْيَوْمِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهَا، …

“Kami masuk di waktu pagi, sedang segala kekuasaan hanya menjadi milik Allah… Rabbku, aku memohon kepada-Mu kebaikan yang ada pada hari ini dan kebaikan yang ada pada sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang pada pada hari ini dan kejelekan sesudahnya. ….” [Diriwayatkan Muslim]



Doa Masuk WC

Dari Anas bin Malik radhiyallâhu ‘anhu, beliau bertutur, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila masuk ke tempat membuang hajat, beliau berdoa,

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الخُبُثِ وَالخَبَائِثِ

‘Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari syaitan laki-laki dan syaitan perempuan.’.” [Diriwayatkan Al-Bukhary  dan Muslim]



Bacaan Sebelum Masuk WC

بِسْمِ اللهِ.

“Dengan menyebut semua nama Allah.”

Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tirai antara pandangan jin dengan aurat manusia di saat seseorang masuk ke dalam WC adalah dengan dia mengatakan ‘Bismillah’.” [Dirwayatkan oleh At-Tirmidzy, Ibnu Majah  dan lainnya. Lihat Irwâ` Al-Ghalîl 1/89-90]



Doa Ketika Setelah Makan

Dari Mu’adz bin Anas radhiyallâhu ‘anhu, Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa yang memakan suatu makanan, lalu berkata,

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَطْعَمَنِي هَذَا الطَّعَامَ، وَرَزَقَنِيهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّي وَلَا قُوَّةٍ

‘Segala puji bagi Allah yang telah memberiku makan dengan makanan ini dan yang telah merezekikannya untukku tanpa daya dan kekuatan dariku’, pasti akan diampuni dosanya yang telah berlalu.” [Diriwayatkan Ahmad, Abu Dawud, At-Tirmidzy, Ibnu Majah, dan selainnya dengan sanad yang hasan. Dihasankan oleh Syaikh Al-Albany dalam Al-Irwâ` no. 1989]



Doa Setelah Mengenakan Pakaian

Dari Mu’adz bin Anas radhiyallâhu ‘anhu, Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa yang memakai suatu pakaian, lalu berkata,

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي كَسَانِي هَذَا الثَّوْبَ وَرَزَقَنِيهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّي

‘Segala puji bagi Allah yang memakaikan untukku pakaian ini dan yang telah merezekikannya untukku tanpa daya dan kekuatan dariku’, pasti akan diampuni dosanya yang telah berlalu.” [Diriwayatkan Abu Dawud, Ad-Dârimy, Abu Ya’lâ, Al-Hakim dan selainnya dengan sanad yang hasan.]



Dzikir Bangun Tidur

الحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي عَافَانِي فِي جَسَدِي، وَرَدَّ عَلَيَّ رُوحِي وَأَذِنَ لِي بِذِكْرِهِ

“Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kesehatan pada jasadku dan mengembalikan ruhku kepadaku serta mengizinkanku untuk mengingat-Nya.”

[Diriwayatkan oleh At-Tirmidzy dan An-Nasa`iy dalam Al-Kubrâ dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. Sanadnya dianggap Jayyid oleh Syaikh Albany dalam Takhrij Al-Kalim Al-Thayyib]



Doa Agar Terlindung dari Kesesatan

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallâhu ‘anhumâ, Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam pernah berdoa,

اللهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ، وَبِكَ خَاصَمْتُ، اللهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِعِزَّتِكَ، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، أَنْ تُضِلَّنِي، أَنْتَ الْحَيُّ الَّذِي لَا يَمُوتُ، وَالْجِنُّ وَالْإِنْسُ يَمُوتُونَ

“Ya Allah, kepada-Mulah saya berserah diri, karena-Mu saya beriman, terhadap-Mu saya bertawakkal, kepada-Mu saya kembali (bertaubat), karena-Mu saya berdebat. Ya Allah, Aku berlindung dengan keperkasaan-Mu agar Engkau (tidak) menyesatkanku, tidak ada yang berhak diibadahi kecuali Engkau, Engkau adalah Yang Maha Hidup yang tidak akan mati, sedangkan jin dan manusia akan meninggal.” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhâry dan Muslim. Lafazh hadits milik Imam Muslim]



Berlindung dari Hal-hal yang Mungkar

Dari Quthbah bin Malik radhiyallâhu ‘anhu, Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam selalu membaca doa,

اللَّهُمَّ جَنِّبْنِي مُنْكَرَاتِ الْأَخْلَاقِ، وَالْأَهْوَاءِ، وَالْأَعْمَالِ وَالْأَدْوَاءِ

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari hal-hal mungkar yang berupa akhlak-akhlak (jelek), hawa-hawa nafsu, amalan-amalan (jelek), dan penyakit-penyakit.” [Dikeluarkan oleh At-Tirmidzy, Ibnu Hibban, Al-Hakim, dan selainnya. Dishahihkan oleh Al-Albany dan Al-Wâdi’iy]



Doa agar Lepas dari Utang


Dari Ali bin Abi Thalib radhiyallâhu ‘anhu, beliau berkata kepada seorang lelaki, “Aku akan mengajarimu beberapa kalimat yang diajarkan oleh Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam kepadaku. Andaikata engkau memiliki hutang sebesar gunung Shîr, Allah akan melunusinya untukmu. Ucapkanlah,

اللَّهُمَّ اكْفِنِي بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ، وَأَغْنِنِي بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

“Ya Allah, cukupilah aku dengan (rezeki) yang halal, (sehingga aku tidak memerlukan) yang haram, dan perkayalah aku dengan karunia-Mu, (sehingga aku tidak memerlukan) siapa pun, selain diri-Mu.” [Diriwayatkan oleh Ahmad, At-Tirmidzy, dan Al-Hakim. Dihasankan oleh Al-Albany dalam Ash-Shahîhah no. 266]



Doa Agung di Akhir Setiap Shalat
Dari Mu’adz bin Jabal radhiyalllahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpesan kepadanya, “Wahai Mu’adz, demi Allah sungguh aku mencintaimu, demi Allah sungguh aku mencintaimu. Janganlah sekali-kali engkau meninggalkan untuk mengucapkan di belakang setiap shalat,

اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ، وَشُكْرِكَ، وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

‘Ya Allah, bantulah aku dalam berdzikir kepada-Mu, bersyukur dan keindahan ibadah kepada-Mu.’.” [Diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Dawud (lafazh hadits milik beliau), An-Nasâ`iy dalam Al-Kubra, Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albany dan Syaikh Muqbil]



Dzikir saat Bangun dari Tidur


الحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ

“Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami (dengan bangun tidur) setelah mematikan kami (dengan tidur) dan hanya kepadanyalah kami akan dibangkitkan.” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhary dari Hudzaifah Ibnul Yaman dan Abu Dzar Al-Ghifary radhiyallahu ‘anhum, dan Muslim dari Al-Barâ` bin ‘Âzib radhiyallahu ‘anhumâ]



Doa di Akhir Shalat

Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam mengajarkan doa kepada Abu Bakr Ash-Shiddîq radhiyallâhu ‘anhu agar doa tersebut dibaca pada akhir shalat dan ketika berada di rumah,

اللَّهُمَّ إِنِّيْ ظَلَمْتُ نَفْسِيْ ظُلْمًا كَثِيرًا ، وَلاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ ، فَاغْفِرْ لِيْ مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ ، وَارْحَمْنِيْ ، إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

“Ya Allah, sesungguhnya saya telah menzhalimi diriku dengan kezhaliman yang banyak, sedang tiada yang dapat mengampuni segala dosa, kecuali Engkau. Ampunilah saya dengan pengampunan dari sisi-Mu, dan rahmatilah saya. Sesungguhnya Engkau Maha mengampuni lagi Maha Merahmati.” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhâry dan Muslim dari Abu Bakr Ash-Shiddîq radhiyallâhu ‘anhu]



Doa Ketika Melihat Suatu Cobaan

Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam mengajarkan,

مَنْ رَأَى مُبْتَلًى، فَقَالَ: الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ عَافَانِيْ مِمَّا ابْتَلاَكَ بِهِ، وَفَضَّلَنِيْ عَلَى كَثِيْرٍ مِمَّنْ خَلَقَ تَفْضِيْلاً لَمْ يُصِبْهُ ذَلِكَ الْبَلاَءُ

“Barangsiapa yang menyaksikan orang yang tertimpa ujian, hendaknya dia membaca, ‘Alhamdulillâhil ladzî ‘âfânî mimmâb talâka bihi wa fadhdhalanî ‘alâ katsîrin mimman khalaqa tafdhîlan ‘segala puji bagi Allah yang memberi afiat kepadaku terhadap sesuatu yang menimpamu, dan (Allah) telah memberi keutamaan kepadaku di atas banyak makhluk-Nya’.’ Pasti ujian itu tidak akan menimpanya.” [Diriwayatkan oleh At-Tirmidzy dan selainnya. Dihasankan oleh Al-Albâny dalam Ash-Shahîhah no. 602]



Bacaan Ketika Mendengar Gemuruh Awan

Dari Abdullah bin Zubair radhiyallâhu ‘anhumâ, apabila mendengar gemuruh awan, beliau menghentikan pembicaraan dan berdoa

سُبْحَانَ الَّذِي يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ، وَالْمَلاَئِكَةُ مِنْ خِيفَتِهِ

“Maha Suci (Allah) yang guruh itu bertasbih dengan memuji-Nya, dan para malaikat karena takut kepada-Nya.” [Diriwayatkan oleh Malik, Al-Bukhary dalam Al-Adab Al-Mufrad dan selainnya. Dishahihkan oleh Al-Albany]



Berlindung dari Empat Perkara


اللهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ، وَمِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ، وَمِنْ نَفْسٍ لَا تَشْبَعُ، وَمِنْ دَعْوَةٍ لَا يُسْتَجَابُ لَهَا

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyu’, jiwa yang tidak pernah puas, dan dari doa yang tidak dikabulkan.” [Diriwayatkan oleh Muslim dari Zaid bin Arqam radhiyallâhu ‘anhu dari Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam]



Doa Setelah Mendengar Adzan

Dari Jabir bin Abdillah radhiyallâhu ‘anhumâ, Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa yang berdoa ketika mendengar adzan,

اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ، وَالصَّلاَةِ القَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الوَسِيلَةَ وَالفَضِيلَةَ، وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ

‘Ya Allah! Wahai Rabb seruan yang sempurna ini dan shalat yang akan ditegakkan ini, berikanlah kepada Muhammad al-wasilah dan keutamaan, dan bangkitkanlah beliau pada tempat yang dipuji (maqam mahmud) yang telah Engkau janjikan kepadanya’, niscaya ia pasti akan beroleh syafaatku pada hari kiamat.” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhary]



Doa untuk Seorang yang Menikah


Dari Abu Hurairah radhiyallâhu ‘anhu, beliau berkata, “Adalah Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam bila memberi ucapan kegembiraan terhadap seorang yang menikah, beliau mendoakan,

بَارَكَ اللَّهُ لَكَ، وَبَارَكَ عَلَيْكَ، وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي خَيْرٍ

‘Semoga Allah melimpahkan keberkahan kepadamu dan melimpahkan keberkahan terhadapmu, serta mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan.’.” [Diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Dawud, At-Tirmidzy, An-Nasâ`iy, dan Ibnu Mâjah]



Doa Ketika Singgah di Suatu Tempat

Dari Khaulah bintu Hakîm radhiyallâhu ‘anhâ, beliau berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallâhu

‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang singgah di suatu tempat, lalu berdoa,

أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

‘Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan segala makhluk-Nya’,

tiada sesuatupun yang akan membahayakan dirinya sampai dia meninggalkan tempat tersebut.’.”

[Diriwayatkan oleh Muslim]



Doa Agar Mendapat Kepahaman

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mendoakan Ibnu ‘Abbas,

اللَّهُمَّ فَقِّهْهُ فِي الدِّينِ

“Ya Allah, berilah kefaqihan untuknya terhadap agama.” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhary dan Muslim]



Doa Nabi untuk Musafir

أَسْتَوْدِعُ اللهَ دِينَكَ، وَأَمَانَتَكَ، وَخَوَاتِمَ عَمَلِكَ

“Aku titipkan kepada Allah agamamu, amanahmu, dan penutup amalmu.” [Diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Dawud, dan selainnya dari beberapa orang shahabat. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albany dan Syaikh Muqbil.]



Doa Perjalanan

Dari Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata, Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila tersempurna di atas untanya, keluar melakukan safar, beliau membaca Allahu Akbar 3 kali, kemudian berdoa,

سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا، وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ، وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ، اللهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِي سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى، وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى، اللهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا، وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ، اللهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ، وَالْخَلِيفَةُ فِي الْأَهْلِ، اللهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ، وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ، وَسُوءِ الْمُنْقَلَبِ فِي الْمَالِ وَالْأَهْلِ

“Maha Suci (Allah) Yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Rabb kami. Ya Allah, dalam perjalanan ini, kami memohon kepada-Mu kebaikan dan ketakwaan serta amalan yang engkau ridhai. Ya Allah, ringankanlah safar kami ini terhadap kami dan pendekkanlah kejauhannya. Ya Allah, Engkau adalah Kawan dalam perjalanan dan Pengganti di tengah keluarga. Ya Allah, sesungguhnya Aku berlindung kepadamu dari keletihan safar, pemandangan yang menyedihkan, dan perubahan yang jelek pada harta dan keluarga.” [Diriwayatkan oleh Muslim]



Doa Keteguhan Hati

Dari Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhumâ, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa,

اللهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قُلُوبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ

“Ya Allah Yang membolak-balik hati, arahkanlah hati-hati kami di atas ketaatan kepada-Mu.” [Diriwayatkan oleh Muslim]



Dzikir Pagi yang Penuh Manfaat
Dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, adalah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengucapkan selepas shalat Subuh,

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

“Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik dan amal yang diterima.” [Diriwayatkan oleh Ahmad, An-Nasâ`iy dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah, Ibnu Majah, dan selainnya. Dihasankan oleh Ibnu Hajar karena pendukungnya dalam Takhrij Al-Adzkâr.]



Doa Minta Petunjuk

Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau berdoa,

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى

“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu Petunjuk, Ketakwaan, ‘Iffah (penjaggaan diri dari hal yang tidak diperbolehkan), dan Kecukupan.” [Diriwayatkan oleh Muslim]

sumber: http://dzulqarnain.net/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar